LAPORAN PKL Arjuna Artanindo

Laporan Praktek Kerja  Lapangan (PKL)

                                  SINAR ALAM

TURBOCHARGER YANMAR – 12 LAK

                                      Disusun  Oleh

NAMA  : Arjuna Artanindo

NIS        : 12631

                          TEKNIK KENDARAAN RINGAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUSAN NEGERI 5 BANJARMASIN

Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan

2018/2019

KATA PENGANTAR

Puji Syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, Sehingga saya sebagai siswa dapat menyelesaikan susunan hasil laporan Praktek Kerja Lapangan

(PKL) di dunia usaha lapangan yang dilaksanakan selama 3 bulan di

PT.SINAR ALAM DUTA PERDANA

Laporan Praktek Kerja Lapangan ini disusun untuk memenuhi syarat untuk Ujian laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Tahun pelajaran 2018 / 2019

Dalam menyusun laporan praktek kerja lapangan ini yang berjudul “TURBOCHARGER YANMAR – 12 LAK”. Laporan ini berisi apa yang telah saya kerjakan di PT. Sinar Alam Duta Perdana. Dalam menyusun laporan ini banyak rintangan dan hambatan yang saya hadapi, namun atas bantuan dari para senior akhirnya semua dapat terselesaikan. Oleh karenanya dengan segala kerendahan hati, saya mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah membantu saya diantaranya

Kepada :

  1. Bapak Drs. H.Syahrir, mm, Selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Banjarmasin.
  2. Bapak Edi Fakhrin, S.pd , Selaku Kepala Program Otomotif
  3. Ibu Dra. Romauli Silitonga, Selaku Kepala Bengkel TKR (Tekhnik Kendaraan Ringan)
  4. Bapak Pandu Aditama , Selaku Pembimbing Magang di Sekolah
  5. Bapak Haris , Selaku HRGA di Perusahaan SADP 1
  6. Bapak Muhammad Yunus , Selaku CHIEF Mekanik SADP
  7. BapaK Elik Kurniawan, Agus Suhartopo, Adriani (Anang) , Selaku Mekanik SADP

Semoga laporan ini bermanfaat dan berguna sebagaimana mestinya dan menjadi saran pembelajaran kita semua demi kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Semoga segala bentuk bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak bernilai amal ibadah dan mendapat imbalan yang berlipat ganda dari Tuhan Yang Maha Esa. Amin.

Banjarmasin, 22-05-2019

Arjuna Artanindo

DAFTAR ISI

Cover halaman……………………………………………………………………  I       

Halaman pengesahan sekolah………………………………………… II

Halaman pengesahan perusahaan………………………………….. III

Kata pengantar…………………………………………………………….. IV

Daftar isi………………………………………………………………………. VI

Daftar gambar……………………………………………………………………. VIII

Bab I. Pendahuluan

  1. Latar belakang………………………………………………………………………………. 9
  2. Rumusan masalah………………………………………………………………………….. 10
  3. Batasan masalah……………………………………………………………………………. 10
  4. Tujuan………………………………………………………………………………………….. 10
  5. Manfaat pembuatan laporan……………………………………………………………. 10

Bab II. Uraian umum

  1. Jenis bidang usaha…………………………………………………………………………. 12
  2. Tata tertib perusahaan…………………………………………………………………….. 12
  3. Tempat dan waktu…………………………………………………………………………. 13
  4. Struktur organisasi…………………………………………………………………………. 14
  5. Sejarah perusahaan………………………………………………………………………… 15

Bab III. Landasan teori

  1. Pengertian Turbocharger…………………………………………………………………. 17
  2. Komponen Turbocharger………………………………………………………………… 20
  3. Prinsip kerja Turbocharger………………………………………………………………. 29
  4. Cara kerja Turbocharger…………………………………………………………………. 32
  5. JobSheet TurboCharger…………………………………………………………………..35

Bab IV. Penutup

  1. Kesimpulan…………………………………………………………………………………… 40
  2. Saran……………………………………………………………………………………………. 41

Daftar Pustaka……………………………………………………………… 42

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Turbocharger 17

Gambar 2 Intercooler pada mesin CAT. 18

Gambar 3 Turbine Housing. 20

Gambar 4 Turbine. 21

Gambar 5 Wheel Shaft 21

Gambar 6 Invaler 22

Gambar 7 Bushing bearing. 22

Gambar 8 Insert 23

Gambar 9 Sleeve Slinger 23

Gambar 10 Diflector Oil 24

Gambar 11 Bearing Clips. 24

Gambar 12 Seal Ring. 25

Gambar 13 Thrust Bearing. 25

Gambar 14 Thrust Washer 26

Gambar 15 Mating Ring. 26

gambar 16 Mating ring pada wheel shaft 27

Gambar 17 Backplate. 27

Gambar 18 Filter Turbo. 28

Gambar 19 Mesin HYUNDAI Kapal FERY 14. 28

Gambar 20 Proses sirkulasi Turbocharger 33

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah salah satu penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang mengadukan sistematik dan singkron antara program pendidikan di sekolah dan praktek di dunia lapangan untuk membentuk keahlian dan mental siswa agar menjadi profesional dan siap terjun dalam dunia kerja. Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan perwujudan kebijakan dari metode “link and match” yang dalam prosesnya dilaksanakan dua tempat yaitu disekolah dan di dunia industr. Hal ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu dari tamatan sekolah menengah kejuruan (SMK) dalam mencapai tujuan yang relevan antara dunia pendidikan dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja. Kegiatan penyelenggaraan PKL diharapkan dapat meningkatkan keahlian dan etos kerja siswa/i yang meliputi kemampuan bekerja, motivasi kerja, kreatifitas, disiplin dan kerajinan dalam bekerja sesuai visi dan misi SMK Negeri 5 Banjarmasin adalah sebagai berikut :

  1. Visi :

Terciptanya insan cerdas yang beriman, dan menguasai ilmu teknologi serta mampu berkompetensi di dunia global.

  • Misi : Menyelenggarakan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.Menyelenggarakan manajemen dengan standar standar internasional.Membuat tenaga kerja dan lowongan anak tingkat SMK
  • RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah dari pembuatan laporan praktek kerja lapangan adalah sebagai berikut :

  1. Tentang TURBOCHARGER
  • BATASAN MASALAH

 Agar pembahasan dalam penelitian ini tidak meluas, maka pada penelitian ini masalah hanya dibatasi pada penjelasan tentang Turbocharger

  • TUJUAN

     Adapun tujuan pembuatan laporan praktek kerja kerja lapangan ini sebagai berikut :

  • Mengetahui pengertian TURBOCHARGER
    • Mengetahui komponen dalam TURBOCHARGER
    • Mengetahui cara kerja TURBOCHARGER
    • Tau kerusakan dan waktu berkala pemakaian
  • MANFAAT PEMBUATAN LAPORAN

Berikut ini adalah manfaat dari pembuatan laporan praktek kerja lapangan baik untuk PKL atau saya sendiri, bagi sekolah, dan bagi Perusahaan tempat prakterin melakukan PKL antara lain :

  1. Bagi PKL
  2. Prakterin dapat mempraktikan ilmu yang didapat pada dunia lapangan tempat PKL melakukan praktik kerja lapangan.
  3. Dapat meningkatkan pengalaman prakterin untuk siap terjun ke dunia usaha.
  4. Meningkatkan ilmu dan pengetahuan serta kreativitas bagi PKL.
  5. Sebagai sarana PKL membagikan pengalaman kepada pembaca apa yang prakterin lakukan di dunia usaha.
  • Bagi Sekolah
  • Sebagai bahan evaluasi program pendidikan di sekolah untuk menghasilkan tenaga-tenaga yang terampil dalam bidang keahlian.
  • Menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan dan instansi-instansi dari luar.
  • Bagi Perusahaan
  • Sarana untuk mengenalkan teknologi lapangan pada dunia pendidikan.
  • Sarana untuk mengetahui kualitas sumber daya manusia, khususnya kualitas pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
  • Sebagai nilai plus bagi perusahaan lain.

BAB II

URAIAN UMUM

  1. JENIS BIDANG USAHA

PT. SINAR ALAM DUTA PERDANA bergerak dibidang jasa TANKER      MINYAK tetapi membuka jasa dibidang Mesin Kapal

  • TATA TERTIB PERUSAHAAN

Disiplin bekerja : Para pekerja dan seluruh anak PKL diwajibkan untuk disiplin dan bertanggung jawab atas pekerjaannya, dan seluruh pekerja maupun anak PKL dituntut untuktidak datang terlambat,dan jika ada yang melanggar peraturan DU/DI akan diberikan Sangsi/hukuman.

Keselamatan kerja : seluruh pekerja dan anak PKL diwajibkan menggunakan peralatan kerja atau keselamatan kerja, salah satunya bagi pekerja di SERVICE wajib menggunakan atau keselamatan kerja seperti :

  1. Menggunakan baju Warepack yang sudah di sediakan
  2. Menggunakan sepatu Safety
  3. Pada saat berada di daerah atau awak kapal wajib menggunakan helm safety
  4. Pada saat bekerja diwajibkan untuk mengikuti prosedur kerja
  5. Jam masuk hari senin sampai jumat : 08.00 s/d 17.00 wita
  6. Jam masuk hari sabtu : 08.00 s/d 15.00 wita
  7. Tidak boleh makan saat bekerja


  • TEMPAT DAN WAKTU

Kantor SADP I (Workshop)

  • Alamat : Jl Kapten Piere Tendean No. 174

DML Dockyard (Workshop & DOCK)

  • Alamat : Jl. Ir Pangeran HM Noor 10, Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat

TANKER PERTAMINA (DOCK)

  • Alamat : Jl. Belitung Darat, Kel. Quin, Banjarmasin Barat (Belitung Ujung)

DUTA MENARA BAHARI – DML (Pulau Bakut)

  • Alamat : Kabupaten Barito , Kayutangi ujung
  1. Senin – Jumat

Absen Kerja : 08.00

Jam Kerja     : 08.00 – 17.00

  • Sabtu

Absen Kerja : 08.00

Jam Kerja     : 08.00 – 14.00

  • STRUKTUR ORGANISASI
TECHNICAL SADP
Zain Al Muhkil
TECHNICAL SP
Bambang
TECHNICAL SP
Tony Saputra
TECHNICAL SP
Ridwan
CHIEF MEKANIK
Muhammad Yunus
MEKANIK
Elik K
MEKANIK
Agus Suhartopo
MEKANIK
Anang
ELEKTRIKAL
Mardiansyah
AST ELEKTRIKAL
Tony
WELDER
Su Joko
AST WELDER
Ahmad

 

  • SEJARAH PERUSAHAAN

Sinar Alam Corporation (SAC) awalnya PT Sinar Alam Duta Perdana (SADP), Sebuah Perusahaan yang mengkhususkan diri dalam distribusi logistik dan minyak bumi untuk lapangan batubara di kalimantan.

Sejak tahun 1985 kredibilitasnya telah diakui dan membawa ke terkemuka dan perusahaan terpercaya.

SADP juga merupakan salah satu perusahaan yang dipercaya oleh PERTAMINA (Oil Indonesia dan Gas Utama Perusahaan), untuk memasok bahan bakar untuk gerai ritel SPBU dan SPBB di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, dan untuk memasok minyak untuk bunker kapal yang melewati Sungai Barito.

Sesuai dengan permintaan pelanggan, pada tahun 2003 Sinar Alam Corporation memperluas layanan dengan mendirikan PT.Masada Jaya  Lines, yang secara khusus menyediakan layanan untuk Coal Transportation. Layanan kami meliputi seluruh Borneo (Kalimantan) dan daerah luar kalimantan oleh menyediakan berbagai kapasitas armada.

Untuk membuktikan kemampuan kami dalam menyediakan permintaan pelanggan, khususnya di barging dan pemeliharaan armada, kami juga menyediakan unit bisnis khusus untuk docking kapal dengan mendirikan PT.Dutabahari Menara Line Dockyard (DML). DML dikelola oleh profesional yang berpengalaman, dari casting dan pemeliharaan, semua aspek yang menunjang penampilan kapal bisa dilakukan di dermaga kami.

Pertumbuhan dan perkembangan yang cepat di setiap unit bisnis kami, membuat perusahaan kami membaik, melihat rincian dan profesional dalam menangani kinerja dan layanan.

Tim kami di setiap divisi bekerja dalam standar internasional dan etika kerja, sambil memberikan layanan, dari awal untuk menjadi bentuk, aman, profesional dan tepat waktu.

Keberlanjutan dan kekuatan perusahaan kami meningkat secara signifikan sejak bergabungnya ahli yang memiliki banyak pengalaman dan keahlian di Perusahaan Multinasional oleh implementasi Manajemen Proyek, Continuous Improvement, Six-Sigma, Operational Excellence, Integrated Enterprise Resource Planning dan Enterprise Asset Management .

Dan kita berada dalam koordinasi untuk mencapai peringkat tertinggi di lisensi dari Keselamatan dan Standar Internasional Lingkungan seperti ISO 14001, NOSA dan OHSAS 18001 yang akan membawa perusahaan kami ke posisi tertinggi perusahaan yang paling terkemuka.

BAB III

LANDASAN TEORI

  1. PENGERTIAN TURBOCHARGER

Gambar 1 Turbocharger

     Turbocharger pada Mesin Diesel adalah untuk menambahkan / meningkatkan Performa mesin. Turbocharger menggunakan prinsip kerja dengan memanfaatkan panas gas buang dari Exhaust. Sehingga tenaga yang dihasilkan dari turbo performa mesin menjadi semakin besar. Intercooler berfungsi untuk mendinginkan udara masuk dari blower yang panas karena melewati turbocharger. Dengan mendinginkan udara  masuk dari blower kedalam silinder mesin diperoleh berat jenis udara yang lebih besar sehingga berat dan jumlah molekul udarapun bertambah. Hal ini dapat menambah jumlah bahan bakar yang ikut terbakar dan mengakibatkan daya mesin bertambah. Prinsip kerja dari intercooler ini adalah udara dari blower bersinggunangan dengan pipa-pipa air pendingin, sehingga panas udara akan terserap oleh aliran air pendingin. Pada umumnya udara yang keluar dari intercooler dapat diturunkan suhunya sebesar 5 derajat celcius sampai 10 derajat C. Untuk memperoleh tekanan efektif rata-rata sekitar 10kg/cm².

Sukoco dan Arifin (2008), mengatakan bahwa prinsip kerja turbocharger yaitu, pada saat motor diesel dihidupkan gas buang yang mengalir keluar melalui exhaust manifold dan turbin gas sebelum keudara luar. Gas buang memutar turbin sekaligus melalui poros penghubung memutar kompresor.

Dengan demikian kompresor menghisap udara luar lewat saringan udara dan ke intake manifold. Peningkatan tekanan udara dalam intake manifold akan diikuti oleh kenaikan temperaturnya, sehingga untuk dapat menambah jumlah (volume) udara yang masuk, dilakukan penurunan temperature udara. Penurunan temperature akan diikuti oelh turunnya tekanan, sehingga kompresor dapat menambah jumlah udara yang masuk kedalam silinder. Penurunan temperatur udara dilakukan dengan menggunakan pendingin yang disebut dengan intercooler.

                        Gambar 2 Intercooler pada mesin CAT

Pada Umumnya Intercooler Mesin Diesel Kapal, Mobil, Alat Berat, Dll itu fungsinya sama Cuma berbeda bentuk dan ukuran. Intercooler Fungsi Intercooler Pada Mesin Diesel – Sebelum membahas mengenai intercooler pada mobil diesel, ada baiknya anda mengetahui mengenai turbo pada mobil diesel karena intercooler berhubungan erat dengan turbo tersebut. Turbocharger atau biasa disebut turbo merupakan salah satu komponen tambahan pada mesin yang berguna untuk meningkatkan tenaga mesin tanpa harus memperbesar volume silinder atau cc mesin tersebut. Turbo memanfaatkan tenaga putaran yang dihasilkan pada gas buang yang berguna untuk mensuplai udara pada silinder sehingga menambah powernya. secara garis besar turbo bermanfaat dalam memompa udara lebih ketika intek valve terbuka dan tentunya lebih cepat. Dengan begitu pembakaran pada mobil lebih sempurna serta efisien dan membuat tenaga mesin bertambah.

Turbo memiliki sebatang sumbu dan terdapat kipas disetiap ujungnya dan kedua kipas tersebut berada pada ruangan yang berbeda. Kedua kipas tersebut adalah turbin wheel dan blower impeller ( Invaler ). Turbin wheel terdapat pada saluran exhaust manifold dan akan berputar ketika gas buang melalui kipas tersebut. Putaran ini akan memutar seluruh bagian batang sumbu tadi termasuk kipas kedua yakni blower impeller yang berada pada ujung lain dari sumbu batang tadi. Sedangkan blower impeller terletak pada saluran udara yang masuk ke mesin dan akan mendorong udara ke dalam mesin ketika kipas tersebut berputar. Turbo akan mencapai performa maksimalnya ketika exhaust manifold telah mencapai tekanan yang cukup dan mampu memutar turbine weel.

Setelah anda mengenal serta mengetahui cara kerja turbo di atas, sekarang kita masuk pada bagian penting dari turbo tersebut yakni Intercooler turbo atau biasa disebut intercooler saja. Intercooler pada mesin diesel adalah sebuah alat pendingin udara yang berguna untuk mendinginkan udara yang berasal dari perangkat turbo di dalam mesin mobil tersebut. Udara yang disuplai turbo ke mesin merupakan udara yang berasal dari gas buang dan memiliki suhu yang sangat panas. Oleh karena itu, fungsi intercooler pada mesin diesel merupakan salah satu hal yang cukup penting. Selain mendinginkan udara, intercooler juga berfungsi untuk memadatkan udara pada mesin sehingga mesin memiliki tenaga yang lebih besar. Intercooler biasanya terletak pada bagian depan atau bagian yang mudah terkena angina atau udara agar mendukung fungsi pendinginka bekerja secara maksimal.

Pada saat udara didorong masuk oleh turbo, Maka tekanan udara tersebut juga meningkat. Selain itu suhu dari udara yang dipompa oleh turbo juga meningkat dan akan memperburuk mesin jika udara yang disuplai merupakan udara yang panas. Jika hal tersebut sampai terjadi maka temperature ruang bahan bakar akan meningkat dan dapat terjadi over heating serta akan membuat udara memuai sehingga kepadatan udara berkurang.

Hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja terutama tenaga mesin karena pembakaran tidak terjadi secara sempurna. Untuk menghindari hal tersebut, intercooler menjadi solusi yang cukup ampuh. Intercooler bekerja sebagai penyeimbang serta pelepas panas yang bekerja mirip seperti radiator namun tidak menggunakan coolant / air radiator melainkan dengan cara mendinginkan udara yang masuk.

  • KOMPONEN TURBOCHARGER

Gambar 3 Turbine Housing

  1. Turbine Housing

     Banyak nama untuk komponen ini dari Turbine Housing, Keong Turbo, Casing Exhaust Turbo, Dll. Fungsinya sebagai casing Wheel atau Turbine Shaft dan juga sebagai jalur gas buang supaya dapat memutar Turbine Shaft.

Gambar 4 Turbine

  • turbin

  salah satu komponen mekanik yang ada dalam sistem turbo yang memiliki fungsi untuk mengkonversikan energi panas dari fluida gas buang hasil pembakaran yang masih memiliki sisa pembakaran tak sempurna dan energi panas yang melaluinya menjadi energi gerak yang memutar poros turbo.

Turbin terdapat dua kipas berbeda yaitu Wheel Shaft dan Invaler.

Gambar 5 Wheel Shaft

  • Wheel shaft

     Wheel shaft adalah kipas dalam bentuk memutar (mendorong) tujuan nya adalah untuk memutar invaler dengan memanfaatkan gas buang dari exhaust. Sehingga wheel berputar bersama shaft dan invaler. Bentuk kipas wheel dan invaler berbeda dan fungsinya pun berbeda.

Gambar 6 Invaler

  • Invaler

     Invaler adalah kipas dalam bentuk memutar (menghisap) tujuan nya adalah untuk menghisap Udara dari luar dan sebelum dihisap Udara di saring oleh Filter supaya tidak masuknya benda yang tidak di inginkan contohnya Kerikil , Majun , Dll. Apabila kemasukan benda asing maka akan menabrak benda asing dan dapat merusak invaler serta menghentikan proses jalannya turbo.

                                    Gambar 7 Bushing bearing

  • Bushing bearing

  Bushing bearing Untuk menstabilkan putaran sehingga tidak terjadinya kocak pada ass shaft. Bentuk nya ada yg berlobang tembus kedalam , tujuannya adalah untuk melumasi bagian Ass. Apabila  ass tidak dilumasi maka bisa terjadi kehausan pada ass karena gesekan.

            Gambar 8 Insert

  • Insert

     Insert berfungsi sebagai silinder/penyekat oli, Supaya tidak terjadi kebocoran. Biasanya sebelum dipasang harus dilumasi oli (SAE 10) , supaya tidak macet ( bebas berputar ).

Gambar 9 Sleeve Slinger

  • Sleeve slinger

     Sleeve slinger berfungsi sebagai piston penghubung antara wheel dan shaft. Fungsinya sama seperti Thrust agar tidak terjadinya kebocoran.

Gambar 10 Diflector Oil

  • Diflector Oil

  Diflector Oil berfungsi sebagai pengatur jalan nya oli. Sebelum dipasang pastikan Diflector Oil dalam keadaan bersih jangan sampai ada debu atau kotoran yang nempel pada jalur oli. Apabila ada kotoran ada pada jalur oli, maka kotoran akan ikut mengalir bersama oli dan bisa membuat proses putaran tubin shaft tersumbat atau istilah nya (Ceket).

Gambar 11 Bearing Clips

  • Bearing Clips / Snap Untuk mengunci atau Trhust.

Gambar 12 Seal Ring

  1. Seal Ring

  Seal ring Sebagai penyekat oli dalam wheel exhaust atau intake , agar tidak terjadi kebocoran oli. Sebelum dipasang harap perhatikan seal terdahulu , apakah ada tulisan Top ? apabila ada berarti posisikan yang tulisan Top berada diatas, apabila tidak ada maka posisi seal bebas. Dan sebelum masang harap dibersihkan dan di cek apakah seal keras atau lentur. Apabila seal keras maka sudah saat nya seal diganti yang baru (lentur) sesuai standart jangka pemakaian.

Gambar 13 Thrust Bearing

  1. Thrust Bearing

     Thrust Bearing Untuk mengurangi gesekan beban pada ass/shaft. Sehingga ass tidak kocak dan tidak aus. Fungsinya sama dengan bushing bearing, tetapi posisi urutan peletakan nya saja yang berbeda. Harap diperhatikan Thrust bearing sebelum dipasang , apakah ada tulisan TOP ? apabila ada maka posisikan thrust bearing yang bertulisan TOP berada di atas.

            Gambar 14 Thrust Washer

  1. Thrust Washer

     Thrust Washer fungsinya sama seperti Thrust Bearing dan bushing bearing yaitu, Untuk mengurangi gesekan beban pada ass/shaft. Sehingga ass tidak kocak dan tidak aus , hanya saja urutan pemasangan nya yang berbeda. Posisi Thrust Washer bebas.

Gambar 15 Mating Ring                                        

gambar 16 Mating ring pada wheel shaft

  1. Blackplate

Gambar 17 Backplate

 Backplate berfungsi sebagai pelengkap pada bagian shaft wheel agar tidak bergerak bebas (goyah), apabila goyah maka bisa terjadi kebocoran oli.

  1. Mating Ring

     Mating Ring adalah komponen pelengkap pada turbine shaft. Dalam mating ring terdapat komponen (part) yaitu Sealing rings.

Gambar 18 Filter Turbo

  1. Filter Turbo

     Filter Turbo Fungsinya adalah untuk menyaring udara yang dihisap oleh invaler agar tidak kemasukan benda asing ( Kotoran , Majun DLL ). Posisi Filter Turbo ada di depan Turbo Invaler.

Intercooler
turbocharger

Gambar 19 Mesin HYUNDAI Kapal FERY 14


Fungsi intercooler adalah untuk menurunkan kembali temperatur udara intake agar molekulnya lebih kecil, sehingga akan lebih banyak molekul udara yang dapat masuk ke mesin. Ini akan membuat tenaga mesin jauh lebih tinggi.

  • PRINSIP KERJA TURBOCHARGER

Turbocharger merupakan sebuah peralatan untuk menambah jumlah asupan udara yang masuk kedalam silinder dengan memanfaatkan energi gas buang hasil dari pembakaran. Turbocharger merupakan peralatan untuk mengubah sistem pemasukan udara dari konsep natural atau alami menjadi sistemi nduksi paksa. Jika sebelumnya udara yang akan dimasukkan ke dalam silinder hanya mengandalkan kevakuman yang dibentuk dari  pergerakan piston saat bergerak dari TMA ke TMB atau saat langkah hisap, maka dengan turbocharger udara ditekan masuk kedalam silinder menggunakan kompresor yang diputar oleh turbin yang digerakkan oleh tenagadari gas buanghasil pembakaran. Untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna, maka diperlukan tambahan udara yang dialirkan kedalam silinder sejumlah aliran bahan bakar tertentu.

     Bila kepekatan udara  bertambah sebelum ditambahkan kedalam silinder, seluruh bahan bakar terbakar dan daya mesin akan bertambah. Untuk itu mesin diesel yang dilengkapi dengan turbocharger  bertujuan untuk memadatkan udara masuk kedalam silinde rmesin. Sehingga daya mesin lebih besar dibandingkan mesindengan dimensi yang sama.

     Dengan kata lain Kerja turbocharger sendiri adalah memanfaatkan gas buang dari ruang bakar untuk masuk ke turbo. Hal ini menyebabkan bagian lain dari turbo berputar, yang bertugas menarik udara yang

Di dinginkan lewat intercooler untuk dikirim kedalam mesin yang membantu proses pembakaran bahan bakar.

     Prinsip dasar dibalik penggunaan Turbo Charger cukup sederhana, namun sebuah turbocharger adalah sebuah komponen mesin yg sangat kompleks. tidak hanya komponen-komponen dalam turbocharger itu sendiri yg harus terkoordinasi secara tepat, tapi jg turbocharger dan mesin harus benar-benar cocok. jika tidak, maka dapat menghasilkan mesin yg tidak efisien dan bahkan kerusakan.

  1. TahapKerja Mesin Utama

Ada 4 tahap kerja yaitu :

  1. Hisap (Charge Exchange Stroke)

     Pada mesin Diesel , piston bergerak kebawah dan udara ditarik melalui katup masuk  dalam mesin diesel udara dicampurkan dengan solar didalam silinder. Pada mesin dengan turbocharger, udara di kompress sebelum masuk ke silinder selama menunggu klep hisap terbuka. Hal tersebut akan membuat udara berada pada pada tekanan yang lebih tinggi pada saat udara kadar udara yang lebih besar masuk kedalam ruang bakar sehingga bahan bakar terbakar lebih efisien.

  • Kompresi (Power Stroke)

     Ketika Piston bergerak keatas,   udara di kompresi menjadi tekanan tinggi sehingga menaikan suhu udara tersebut.

  • Ekspansi (Power Stroke)

     Dalam tahap ini bahanbakar di injeksikan kedalam silinder  dan campuran udara dengan bahanbakar bertekanan tinggi tersebut akan terbakar secara spontan. kemudian, ledakan tersebut mendorong piston bergerak kebawah.

  • Pembuangan (ChargeExchangeStroke)

     Gas Buang dikeluarkan melalui katup pembuangan ketika piston bergerak keatas. Pada mesin dengan Turbocharger, Udara di compress sebelum masuk kedalam silinder selama langkah hisap.  karena proses tersebut berada pada tekanan yg lebih tinggi, kadar udara yg lebih besar masuk ke dalam ruang bakar sehingga bahan bakar terbakar lebih efisien. Hal ini meningkatkan Power Output, memberikan torsi yg lebih besar pada top speed dibandingkan pada mesin biasa dengan volume mesin yg sama, dan mengurangi kadar emisi gas buang.

     Beberapamesin Diesel bisa di set up untuk menerima udara lebih namun dengan takaran solar yg sama, yg tidak hanya meningkatkan tenaga tapi juga menghasilkan gas buang yg lebih bersih.

  • Proses Aliran Udara MelaluiSistem Turbo

     Ada tujuh tahap dari proses aliran udara untuk pembakaran melalui sistem Turbo Charger  langkah langkah tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Udara bersih masuk dihisap oleh Turbo Charger
  2. Turbo Charger memampatkan udara menekan menuju intercooler
  3. Intercooler menurunkan suhu udara yang melewatinya
  4. Udara yang sudah dingin di hisap masuk ke dalam cylinder untuk pembakaran
  5. Setelah selesai pembakaran udara bilas akan keluar dari cylinder
  6. Udara bilas yang keluar dari cylinder masuk ke Turbo Charger lalu menendang/memutar turbin pada turbo
  7. Gas buang keluar dari Turbo Charger lalu dibuang melalui cerobong exhouse
  • SistemPelumasan

Untuk melumasi full-floating bearing di dalam center housing, oli mesin disalurkan dari oil inlet pipe dan disirkulasikan di antara bearing-bearing. Setelah melumasi bearing-bearing, oli ini mengalir melalui oil outlet pipe dan kembalike oil pan. Kelangsungan penyediaan minyak untuk bantalan turbocharger dankapasitas harus sedemikian rupa sehingga bantalan tidak akan rusak

  • SistemPendinginan

     TurboCharger didinginkan oleh air tawar pendingin dari pompa gandeng mesin induk. Air pendingindari cooler dihisap oleh pompa gandeng mesin induk lalu diteruskan ke pipa yang sebagian besar mengalir ke jacket cooling mesin induk, dan juga ke turbocharger untuk mendinginkan turbocharger. Kemudian dari turbocharger diteruskan ke pipa keluaran pendingin mesin induk selanjutnya menuju kecooler kembali untuk didinginkan

  • CARA KERJA TURBOCHARGER

Turbo charger itu seperti mesin jet, dimana ada dua buah turbin yang terletak dalam satu poros. Turbin pertama kita sebut sebagai drive turbin karena fungsi sebagai pemutar, sementara turbin kedua kita sebut sebagai driven turbin karena ini akan diputar oleh turbin pertama.

     Cara kerjanya, seperti kompresor dimana ketika turbin ini berputar maka akan mempercepat aliran udara ke salah satu arah. Dalam hal ini, driven turbin terletak ditengah aliran udara intake. Sehingga, saat driven turbin berputar, udara didalam intake akan mengalir lebih cepat ke arah ruang bakar.

Pertanyaanya, mengapa driven turbin berputar ? darimana sumber tenaganya ?

Gambar 20 Proses sirkulasi Turbocharger


     Ternyata, sumber tenaga untuk memutar driven turbin itu berasal dari mesin itu sendiri. Tepatnya pada gas buang, gas sisa pembakaran ini masih memiliki sisa energi berupa hembusan yang tidak kecil. Kalau kita letakan turbin ditengah aliran gas buang, maka turbin tersebut akan berputar dengan kecepatan sesuai hembusan gas buang.

     Dalam hal ini, drive turbin diletakan didalam exhaust manifold dan antara drive turbin dan driven turbin juga dibuat dalam satu poros. Sehingga, saat drive turbin berputar karena hembusan gas buang, driven turbin juga akan berputar untuk memompa udara lebih banyak ke mesin.

     Semakin tinggi RPM mesin, semakin tinggi juga hembusan gas exhaust. Ini membuat putaran turbin semakin cepat, sehingga bisa dikatakan semakin tinggi RPM mesin semakin besar pula pompaan udara kedalam ruang bakar.

     Perangkat turbocharger juga harus dilengkapi dengan intercooler

     Ini karena molekul udara akan lebih besar kalau temperaturnya tinggi. Dalam hal ini, perangkat turbo akan berhubungan dengan gas buang yang memiliki temperatur tinggi. Sehingga, kalau udara intake melewati turbo pasti suhunya meningkat.

     Fungsi intercooler adalah untuk menurunkan kembali temperatur udara intake agar molekulnya lebih kecil, sehingga akan lebih banyak molekul udara yang dapat masuk ke mesin. Ini akan membuat tenaga mesin jauh lebih tinggi.

E. JobSheet TurboCharger

  1. PERSIAPAN
  2. Keselamatan kerjaMenggunakan pakaian Kerja/praktekMenggunakan Sepatu SafetyMenggunakan sarung tanganMenggunakan Helm Safety
  • Alat & Bahan
  • Kunci Ring 8
  • Grease Kuning (Cobra)
  • Senter
  • Solar
  • Amplas Kasar
  • Amplas Halus
  • Tang Snap Ring
  • Kunci Shock
  • Mata Shock 27
  • PEMBONGKARAN
  • Siapkan alat dan bahan untuk pembongkaran
  • Lepas baut pada bagian Turbine house
  • Lepas kompresor housing dan snap ring nya dilepas
  • Lepas baut pada wheel shaft
  • Lepas snap ring ( Pengunci Insert )
  • Lepas bagian piston ring dan sleeve slinger
  • Tarik Diflector Oil dan Thrust Bearing
  • Setelah itu dalam bearing housing , lepas thrush sleeve
  • Lepas bagian house dan keluar kan Turbine Shaft berserta Wheel nya dan bushing bearing ( Gunakan alat semacam kawat untuk mengungkit )
  • Lepas pipa jalur oli pada bagian turbo housing
  • Lepas bagian clamp turbo yang terletak disamping turbocharger
  • PEMERIKSAAN TURBOCHARGERPemeriksaan Turbo Charger Pada MesinInduk
  1. Memeriksa system pengisapa nudara

Periksa kebocoran atau kotoran yang menyumbat antara saringan udara dan saluran masuk turbocharger, dan antara saluran keluar turbocharger dan kepala silinder. Apabila ditemukan problem, bersihkan, perbaiki atau ganti komponen-komponennya.

  • Memeriksa system saluran buang

Periksa kebocoran atau kotoran yang menyumbat antara kepala silinder dan saluran masuk (inlet) turbocharger, dan antara saluran keluar turbocharger dan pipa knalpot. Apabila ditemukan suatu problem, bersihkan, perbaiki atau ganti komponen-komponennya.

  • Memeriksa kebebasan radial (radial play) dari turbin shaft
  • Dari lubang saluranoli, masukkan dial indicator melalui lubang pada bearing spacer sehingga menyentuh bagian tengah poros.
  • Gerakkan poros turbine keatas dan kebawah, dan ukurlah radial play (kebebasanrasial) poros tersebut. kebebasan radial 0,09 maka gantilah turbocharger assembly.
  • Memeriksakebebasanaksial (axial play) dari turbine shaft
  • Masukkan dial indicator ke dalam lubang turbine housing hingga menyentuh ujung poros
  • Gerakan poros pada arah aksial, ukur aksial play poros tersebut. axial play : 0.09  maka gantilah turbocharger assembly
  • Memeriksa kondisi sudu sudu kompressor

     Pemeriksaan pada sudu sudu kompressor dilakukan untuk mengetahui kondisi sidu sudu agar dapat bekerja dengan baik, sudu sudu inilah yang akan menghisap udara dan menekanya ke dalam cylinder

     udara yang mengandung partikel abrasif, dapat merusak atau menghancurkan sudu sudu turbin,tersebut sehngga tekanan udara yang dihasilkan oleh Turbo Charger akan berkurang.

 Adapun cara pemeriksaan terhadap sudu sudu tersebut sebagai berikut:

  • Buka/lepaskan filter udara masuk Turbo Charger
    • Lakukan pemeriksaan pada sudu sudu secara berurutan di putar pelan pelan secara teliti. Lakukan perbaikan atau penggantian jika ditemukan kerusakan yuang parah
    • Pasang kembali dengan urutan yang benar sesuai manual book
    • Periksa ulang dan pastikan tidak ada yang tertinggal
  • Memeriksaputaran compressor wheel

Pemeriksaan pada compressor wheel dilakukan untuk menjaga putaran turbin kompressor tetap lancar dan lembut, menghindari gesekan berlebihan pada poros atau turbin dengan cover Turbo Charger yang dapat menghambat putaran menjadikan putaran kurang maximal adapun cara melakukan pemeriksaan sebagai berikut :

  1. Lepaskan selang saringan udara
  2. putar compressor wheel dengan tangan, periksa apakah dapat berputar dengan lembut. Apabila tidak atau kasar saat berputar, ganti Turbocharger assembly
  3. Pastikan turbine sudah dapat berputar dengan baik dan pastikan juga tidak ada benda asing yang tertinggal didalam, karena dapat merusak Turbocharger
  4. Pasang kembali sesuai dengan urutan atau sesuai dengan buku petunjuk perawatanTurbocharger
  • PERAKITAN TURBOCHARGER

(sebelum merakit turbo harap diperhatikan komponen jika ada tulisan TOP maka posisikan lah yang bertulisan TOP diatas !)

  1. Pasang O-Ring dulu pada Turbo house.
  2. Lalu pasang snap ring pada bagian bawah house dengan bertujuan untuk mengunci bagian bearing housing.
  3. Setelah pada bagian bawah sudah dikunci dengan snap ring maka masukan Bushing Bearing dalam keadaan bushing sudah dilumasi oli.
  4. Setelah bushing bearing sudah masuk kunci dengan memasangkan snap ring.
  5. Setelah bushing bearing dan snap ring terpasang maka masukkan wheel shaft dan backplate pada turbo house dan sebelum dimasukkan cek terlebih dahulu pada bagian mating ring apakah sudah bersih atau ring mating tidak patah. Mating Ring pun dilumasi menggunakan Gris kuning (COBRA) agar tidak terjadi kebocoran pada Mating ring.
  6. Wheel shaft sudah terpasang di bearing housing maka masukkan Thrust Waser, Kemudian pasang diflector oil. Usahakan sebelum dipasang semua komponen dilumasi sedikit dengan oli. Dan yang perlu diperhatikan adalah setiap pemasangan komponen apakah ada tulisan TOP. Apabila ada maka posisikan tulisan top diatas.
  7. Setelah diflector oil sdh dipasang maka , pasang sleeve slinger dan insert , lumasin sleeve slinger lumasi menggunakan oli agar licin tidak ada kemacetan.
  8. Pada sela bearing housing pasang seal O-ring.
  9. Lalu yang selanjutnya kunci menggunakan snap ring pada bagian bearing houing.
  10. Dan yang terakhir pasang invaler wheel pada shaft turbo lalu kencangkan bautnya.
  11. Setelah semua komponen sudah terpasang cobalah untuk memutar Turbo apakah masih ada kemacetan / posisi shaft masih goyah .



BAB V

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

Dengan adanya kegiatan PKL ini, dapat kami simpulkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami mendapatkan banyak pengalaman kerja yang pasti akan sangat bermanfaat untuk menunjang karir kami kedepannya. Selain itu, praktek yang dilakukan juga sangat membantu dalam meningkatkan potensi keahlian yang profesional dalam bidangnya khususnya di bidang kendaraan ringan.

   Adapun beberapa kesimpulan yang dapat diambil dalam pelaksanaan praktek kerja lapangan diantaranya :

  1. Praktek kerja lapangan yang dilaksanakan  PT. Sinar Alam Duta Perdana banyak memberikan manfaat dan pengetahuan baru
  2. Selama mengerjakan praktek kerja lapangan, saya dapat merasakan suka dukanya orang bekerja pada perusahaan dan juga merasakan bagaimana menjalani dengan penyelesaian suatu pekerjaan  didunia lapangan sehingga dapat mengambil hikmahnya sebagai bekal menghadapi dunia kerja setelah lulus dari SMKN 5 Banjarmasin
  3. PT. Sinar Alam Duta Perdana sangat memperhatikan keselamatan kerja baik keselamatan karyawan, keselamatan benda kerja, maupun peralatan kerja.
  4. Selama praktek kerja lapangan saya melakukan pengamatan, partisipasi dan pelaksanaan pekerjaan
  • SARAN

Beberapa saran yang dapat penulis sampaikan adalah  sebagai berikut :

  1. Agar sistem dari praktek kerja lapangan lebih baik lagi.
  • Agar Guru-guru pengajar bisa lebih baik lagi dalam  menyampaikan materi pembelajaran, terkadang siswa dan siswi tidak memahami materi yang disampaikan Guru-guru pengajar.
  • SMKN 5 Banjarmasin sebagai penyelenggara harus memberikan bimbingan dan pengarahan yang lebih baik kepada siswa/i saat berada didunia industri

DAFTAR PUSTAKA

Pemanfaatan Gas Buang Hasil Pembakaran Untuk Induksi Paksa Langkah Hisap Motor Diesel : Sistem TurboCharger

Disusun Oleh: Anwar Dwi Murwanto

Diterbitkan : UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2014

Analisa Sistem TurboCharger Motor Grader XCMG GR 135

Disusun Oleh: FERRY PRASETYO

Diterbitkan : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2014

Studi Komparasi Penggunaan TurboCharger Pada Engine Perkins Dalam Unit Genset

Disusun Oleh: 1.Ir. Koos Sardjono,MSC 2, Achmad Mu’alimin

Diterbitkan: Lecture,College Student, Departemen Of Machine,Faculty Of Engineering, University Muhammadiyah Jakarta, Jalan Cempaka Putih Tengah 27 Jakarta Pusat.

Tinggalkan komentar